Selasa, 22 Juli 2008

PERSIB BLUNDER


PERSIB kalah telak dari Persija....3-1

Sangat kontradiktif dengan judul tulisan saya sebelumnya ‘PERSIB MENANG TELAK EUY!’, sebuah kenyataan pahit yang kembali harus ditelan oleh publik sepakbola Bandung. Yang saya sangat tidak mengerti adalah mengapa Jaya Hartono tidak merubah formasi yang diturunkan pada saat menghadapi Persela, blunder yang sangat fatal. Sudah sangat jelas bahwa Persija secara kualitas lebih baik daripada Persela, saya coba bahas lini per lini kesalahan strategi pada saat menghadapi Persija.

1.Penjaga Gawang

Mengapa tetap mempertahankan Cecep daripada memasang Tema, sebuah konsep yang aneh. Karena secara kualitas dan agresifitas, jelas bahwa Tema lebih unggul dan keunggulan ini diperlukan untuk menghadapi tim seperti Persija yang mempunyai counter attack yang sangat cepat. Seharusnya Jaya Hartono tidak terpesona oleh satu pertandingan saja pada saat Cecep menggagalkan Pinalti Persela......

2.Pertahanan

Seharusnya Nyeck dan Nova diinstruksikan untuk lebih sabar dan lebih disiplin untuk bertahan, tidak bisa mereka tetap tampil agresif seperti pada saat menghadapi Persela. Pemain Persija lebih mempunyai speed dibandingkan dengan Persela, dan hal ini terbukti pada saat pemain Persib gagal melakukan serangan dengan cepat mereka bisa melakukan counter attack yang sangat merepotkan pertahanan Persib.

3.Tengah

Lini tengah jelas yang paling fatal dilakukan oleh Jaya Hartono, disini diturunkannya Haryono menggantikan Suwita Patha sangat sembrono karena dengan tensi permainan yang tinggi diperlukan pemain yang lebih matang dan bisa menjadi inspirator bagi rekan-rekannya. Haryono jelas gagal menjalankan fungsi itu, dimana dia tampil keras tapi tanpa konsep akibatnya banyak pelanggaran yang terjadi didaerah berbahaya Persib.
Memaksakan Hilton untuk beroperasi di lini kanan Persib jelas sangat tidak efektif untuk melawan tim sekelas Persija, Hilton akan lebih berbahaya jika ditempatkan sebagai striker berdampingan dengan Arisf atau Bastos.
Diposisi ini akan lebih baik jika Atep diturunkan.


4.Depan

Memaksakan Bastos untuk berduet dengan Arief, jelas sangat tidak menyimak hasil pada laga lawan Persela. Duet ini jelas tidak tampil maksimal karena type permainan yang nyaris sama, seharusnya mungkin akan lebih eksplosif jika Bastos atau Arief berduet dengan Hilton.

Menurut saya nyaris tidak ada elemen kejutan untuk menghadapi Persija, semuanya begitu mudah ditebak. Dan hasilnya pun mudah di tebak bukan ?
Ayo Bangkit lagi di pertandingan selanjutnya.......

Hidup Persib!!!

0 komentar: