Gua sambung deh tulisan sebelumnya mengenai perjalanan ke China, banyak hal yang bisa dipelajari selama di sana. Selain belajar di salah satu anak perusahaan tempat gua bekerja, gua pun bisa sedikit belajar mengenai produk-produk China yang selama ini dikenal sangat murah.
Cuman sayangnya di Indonesia, produk China selain dikenal murah juga dikenal dengan qualitas yang sangat rendah alias mudah rusak. Tapi (tanpa bermaksud membela produk China…he.he..), gua heran kalau memang qualitasnya rendah…kenapa banyak pabrikan-pabrikan besar Jepang dan Eropa yang memusatkan proses produksinya di China? Contoh Epson (pabrikan Jepang pembuat Printer terbesar di dunia), Nokia (pabrikan Eropa pembuat hand phone terbesar di dunia) dan masih banyak lagi pabrikan besar lainnya.
And Sorry to say..nih, hebatnya mereka bisa menyerap ilmu yang dibawa oleh pabrikan-pabrikan tersebut dan mengimplementasikannya menjadi produk-produk buatan sendiri dan secara kualitas tidak kalah dengan poduk aslinya. Beda banget dengan bangsa kita termasuk gua (sorry lagi nih..) yang secara karakter memang lebih menikmati menjadi user daripada menjadi menjadi produser. Jadi bisa dibilang mereka penjiplak (dalam artian positif bro…) terhebat dan mewujudkannya menjadi produk terhebat dan termurah di dunia.
Nah pertanyaannya…… dengan kemampuan setara dengan pabrikan Jepang dan Eropa, mengapa di Indonesia produk China dikenal rendah kualitasnya?
Jawabannya adalah……………………………..
Ternyata produk China itu terbagi menjadi 2, yaitu
1. Produk yang dihasilkan dari industry (yang nota bene memang banyak
belajar dari pabrikan Jepang dan Eropa) sehingga secara kualitas memang
jangan diragukan lagi.
2. Produk yang dihasilkan dari industry rumahan (home industry) yang
sangat banyak bertebaran di China daratan dan Taiwan.
Nah…yang banyak beredar di Indonesia adalah produk yang dihasilkan dari home industry dan dimasukkan secara illegal oleh oknum (ga tau…oknum apa he..he..) jadi secara kualitas tidak bias dipertanggungjawabkan, Dan ini yang membuat kita (sebagai bangsa user atau consumer) mendapat produk dengan kualitas yang sangat rendah.
Makanya sekembalinya gua ke tanah air, gua kasak kusuk, tanya sana sini…gimana sih cara mendapatkan produk dengan harga China tapi dengan kualitas Jepang atau Eropa ?
Dan ternyata menurut para ahli (ahli dagang tentunya…) yang membedakan kualitas antara produk China kelas A (kelas industry) dengan kelas B (kelas home industry) adalah darimana datangya barang itu. Walapun sama-sama produk China ternyata jalur masuknya berbeda bro…..ibarat kata ada yang masuk lewat “pintu depan” ada yang lewat “pintu belakang”.
Nah selama 6 bulan ini gua nyari dimana posisinya tu jalur yang lewat “pintu depan” yang tentu saja kualitasnya pun kelas A (kelas industry) dan akhirnya dengan sedikit susah payah..lobi kanan kiri, gua dapatkan jalurnya. Sorry gua gak bias sebuti darimana jalurnya..(rahasia perusahaan bro..).
So, mulai sekarang (selain gua masih kerja) , gua belajar menjadi agen (kecil-kecilan karena keterbatasan dana he..he) produk-produk China dengan kualitas Jepang and Eropa. Buat temen-temen yang butuh keperluan sehari-hari boleh hubungin gua di oktavian27@gmail.com atau irwan.oktavian@yahoo.co.id .
Pada tulisan ini gua tampilkan salah satu produk (yang lainnya nyusul bro…)
Note : Semua bisa eceran dan grosir bro...tentunya dengan HARGA CHINA KUALITAS JEPANG DAN EROPA..PASTI!!!!





